Langsung ke konten

Transistor sebagai Saklar

Arus kecil di basis bisa menyalakan dan mematikan arus yang jauh lebih besar di kolektor. Dengan cara ini mikrokontroler menyalakan LED, relay, atau motor yang butuh arus lebih besar dari kemampuan kaki keluarannya.

Skema rangkaian Transistor sebagai Saklar

Hasil simulasi

Gelombang ini dihitung oleh simulator dari rangkaian di atas, dalam 1 s pertama.

CH1 2 V/divSinyal masukanCH2 5 V/divTegangan kolektor Q1100 ms/div

Angka dari simulasi

Dihitung oleh simulator dari nilai komponen di skema.

Tegangan kolektor saat ON (jenuh)
81.4 mV
Tegangan kolektor saat OFF
8.32 V

Rangkaian ini disalin ke proyek baru di workspace kamu. Kalau belum masuk, kamu akan diminta masuk dengan Google dulu.

Buka di simulator

Cara kerjanya

Saat sinyal 5 V, arus mengalir lewat RB ke basis, sekitar (5 V − 0,7 V) / 10 kΩ = 0,43 mA. Itu cukup untuk membuat transistor jenuh: kolektor turun mendekati 0 V dan LED menyala.

Saat sinyal 0 V, tidak ada arus basis. Transistor terputus (cut-off), arus kolektor berhenti, dan LED padam.

Agar benar-benar jenuh, arus basis harus lebih besar dari arus kolektor dibagi hFE. Pilih RB yang memberi arus basis beberapa kali lipat dari batas itu.

Coba ubah

  1. Naikkan RB ke 1 MΩ. Arus basis terlalu kecil, transistor tidak jenuh, dan tegangan kolektor saat ON jauh di atas 0 V.
  2. Turunkan RC ke 220 Ω. Arus LED naik ke sekitar 30 mA, dan simulator memberi peringatan untuk LED.

Contoh lainnya